Monday, August 21, 2017

MAKALAH MEMPERTAHANKAN KEJUJURAN SEBAGAI CERMIN KEPRIBADIAN

MAKALAH MEMPERTAHANKAN KEJUJURAN SEBAGAI CERMIN KEPRIBADIAN

                                  
                          






Disusun Oleh Kelompok :
·        Fitri Asria Ningsi
·        Mentari Nur Hidaya
·        M.Afifa Qudri
·        Rahmat Fauzan






DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 7 BENGKULU SELATAN
2017

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menempuh jalan yang benar dan berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “KEJUJURAN DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN“
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepada Rasulillah Muhammad SAW pemberi uswah (teladan) dan bimbingan tentang perlunya kita memiliki sifat jujur sekaligus mempraktekkannya dalam aktifitas kehidupan kita sehari-hari.
Terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi dari berbagai pihak, oleh karenanya dalam lembar muqaddimah ini, izinkan kami menyampaikan terima kasih banyak kepada;
       1.     Bapak Ali Mahsun selaku Guru pembimbing mapel Al-Qur’an Hadist yang senantiasa sabar dalam membina dan mengarahkan kami.
       2.     Semua anggota kelompok kami yang telah menuangkan pikiran dan mencurahkan tenaganya dalam penyusunan makalah ini.\
       3.     Semua pihak terkait yang telah ikut andil membantu kami dalam penyelesaian makalah ini.
Akhirnya kritik saran dari pembaca, dengan senag hati siap kami terima, semoga usaha penulisan makalah ini tidak sia-sia dan semoga Alloh SWT memberikan manfaat dan ridlaNya kepada kita semua. Amin.
Wassalam.























DAFTAR ISI

Kata Pengantar .....................................................................................................
Daftar ISI .................. ...........................................................................................
        
BAB 1 Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah
B. rumusan masalah

BAB 2 Pembahasan
A .Mempertahankan Kejujuran Sebagai Cermin Kepribadian
BAB 3 Penutup
Kesimpulan........................................................................................
Daftar Pusaka ....................................................................................................





















BAB I
PENDAHULUAN
   
     A. Latar belakang Masalah
Manusia pada dasarnya ingin memperoleh hasil yang memuaskan dari setiap usaha yang mereka lakukan, mereka tidak ingin mengalami kegagalan dalam segala hal, usaha dhahir perlu dilakukan, usaha bathin juga perlu dilaksanakan, karena kita tau bahwa manusia hanya bisa berusaha, Allah SWT yang akan menentukan hasilnya.
Pentingnya moral atau akhlaq dalam kehidupan diberbagai aspek sangat diperhitungkan. Dalam dunia bisnis, dalam akhlaq merupakan faktor utama bagi kesuksesan seseorang dalam mempertahankan usahanya. Begitu juga dalam hal kepemmpinan sesorang,menjaga kredibilitas dan kepercayaan akhlaq pribadi akan menjadi sorotan bagi banyak orang.
Namun tidak jarang kita humpai di liku kehidupan ini kemrosotan moral dan akhlaq. Mulai dari pelajar hingga para pejabat negara,salah satunya adalah perilaku tidak jujur. Mereka tidak jujur dalam berbuat ataupun berucap sehingga melanggar nilai-nilai agama yang seharusnya dijunjung tinggi dimanapun dan kapanpun. Al Qur’an dan Assunah sendiri banyak yang menyinggung masaah demikian.

    B. Rumusan masalah
Pada makalah ini pembahasan akan difokuskan kepada beberapa materi. Meskipun tidak jarang telinga kita sudah tidak asing mendengar kata jujur namun terkadang pemahaman kita tentang kejujuran masih pelu dipertanyakan.
Disini kita akan membahas mengenai efinisi kemudian setelah mengetahui apa itu pengertian jujur kita akan membahas mengenai dalil-dalil yang menunjukkan perintah untuk jujur,baik itu dalam Al Qur’an maupun Hadist. Untuk mengetahui secara mendalam tentang kejujuran maka pembahasan disini juga fokus tentang macam dan keutamaan kejujran dan kemudian aplikasi kejujuran dalam kehidupan beserta dampak negatif dari orang yang tidak jujur. Karena di masyarakat baik itu dalam lingkup pemerintahan,pendidikan maupun aspek yang lain tidak sedikit kita jumpai minimnya sifat kejujuran yang tertanam dalam tiap diri seseorang.












BAB II
PEMBAHASAN

A .Mempertahankan Kejujuran Sebagai Cermin Kepribadian
                                        
      1.     Pengertian Jujur
       Dalam bahasa arab, kata jujur semakna dengan “as-sidqu”atau “siddiq” yang berarti benar atau berkata benar. Lawan katanya adalah dusta, atau dalam bahasa arab “al-kazibu”.
Secara istilah, jujur atau as-sidqu bermakna :
  1.     Kesesuaian antara ucapan dan perbuatan
  2.    Kesesuaian antara informasi dan kenyataan
  3.    Ketegasan dan kemantapan hati
  4.    Sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan

2.    Pembagian Sifat Jujur
Imam al-Ghazali membagi sifat jujur sebagi berikut :
a.    Jujur dalam niat atau berkehendak
b.    Jujur dalam Perkataan (lisan)
c.    Jujur dalam perbuatan (amal)
Kejujuran merupakan fondasi atas tegaknya suatu nilai-nilai kebenaran karena jujur identik dengan kebenaran. Allah SWT berfirman : (qs. Al-azhab/33:70)
Allah SWT juga berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (itu) sangatlah di benci disisi Allah SWT jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”
Perilaku jujur dapat mengantarkan pelakunya menuju kesuksesan dunia dan akhirat.Jujur adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta maupun tanggung jawab.Orang yang melaksanakan amanat disebut al-Amin, yakni orang yang terpercya, jujur dan setia.
Diantara factor yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW berhasil dalam membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifat dan akhlaknya yang sangat terpuji.Salah satu sifatnya yang menonjol adalah kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir hayat.
Kejujuran akan mengantarkan seseorang mendapatkan cinta kasih dan keridhaan Allah SWT. Sedangkan kebohongan adalah kejahatan tiada tara, yang merupakan factor terkuat yang mendorong seseorang untuk berbuat kemunkaran dan menjerumuskannya ke jurang neraka.
Kejujuran sebagai sumber keberhasilan, kebahagiaan, serta ketentraman, harus dimiliki oleh setiap muslim. Sedangkan kebohongan adalah muara dari segala keburukan dan sumber dari segala kecaman karena akibat yang ditimbulkannya a.dalah kejelekan, dan hasil akhirnya adalah kekejian.Akibat yang ditimbulkan oleh kebohongan adalah Namimah (mengadu domba), sedangkan namimah dapat melahirkan kebencian.



        3.    Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist tentang Perintah Berlaku jujur
     
      a.    Q.S al-maidah/5:8
Artinya:
hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada allah, sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: al-maidahayat:

b. Q.S At-Taubah/9:119
 “Wahai orang-orang yang beriman!Bertaqwalah kepada Allah SWT., dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”
Kandungan yang terdapat pada ayat tersebut :
Dalam ayat ini Allah SWT menunjukkan seruan-Nya dan memberikan bimbingan pada orang-orang yang beriman pada-Nyadan Rosul-Nya, agar mereka tetap dalam ketaqwaan dan mengharapkan ridho-Nya, dengan cara menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan-Nya, dan menjauhi segala larangan yang tela ditentukan-Nya dan hendaklah senantiasa bersama orang-orang yang  benar dan jujur, mengikuti ketaqwaan, kebenaran dankejjuran mereka. Dan jangan bergabung kepada kaum munafiq yang selalu menutupi kemunafiqkan mereka dengan kata-kata dan perbuatanbohong serta ditambah pula dngan sumpah palsu dan alasan-alasan yang tidak benar.


4.   Hadist dari Abdullah bin Ma’ud ra.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Ma’ud ra., Rasulullah saw. Bersabda :
“Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surge.Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah SWT.Sebagai orang yang jujur.Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan mununtumu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dn seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah SWT sebagai Pedusta..” (H.R. Muslim)
Kandungan Hxadist :
Kandungan hadist di atas Menceritakan tentang rasulullah saw. Akan melakuka gazwah (penyerangan) ke Tbuk untuk menyerang tentara Romawi dan orang-orang Kristen di Syam.






Manfaat jujur dalam kehidupan sehari-hari :
      a.    HidupTenang jikalau kita sering jujur, maka tidak akan ada rasa khawatir / merasa bersalah atas sikap yang kita lakukan. Selain itu, kita juga bisa menabung untuk masuk surga.
      b.    Mendapat Pekerjaan jika kita menjadi orang yang jujur, maka kita dapat dipercaya orang lain dalam melakukan suatu hal. Selain itu, aura yang keluar juga akan terlihat positif.
      c.    Banyak Teman kejujuran membuat orang-orang disekitar kita akan senang dengan kita. Mereka menganggap kalau kita adalah orang yang dapat dipercaya.
      d.    Memperoleh kesuksesan Dengan memiliki sifat jujur orang akan memperoleh kesuksesan. Contoh : ada seorang pengusaha yang sukses. Ia bisa sukses karena Ia bisa dipercaya oleh banyak orang. Para klien pun akan berdatangan dan merasa senang karena proyeknya ditangani oleh orang yang jujur.
      e.    Memiliki nama baik Jikalau kita sering berbuat jujur, maka akan banyak orang yang mengetahui hal tersebut. Jika banyak orang yang mengetahui hal tersebut mungkin diluar-an mereka akan membicarakan tentang kejujuran mu.
      f.     PedomanJikakitaseringjujur, makakitaakanmenjadipedomanbagibanyak orang.



























BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
    
     1.    Jujur merupakan sifat mulia yang menunjukkan kesesuaian antara kebenaran dengan apa yang diucapkan atau dilakukan oleh seseorang.
      2.    Banyak di jumpai dalil dari Al Qur’an maupun Al Hadits yang membicarakan masalah kejujuran.
      3.    Macam-macam jujur (shiddiq) seperti yang di ungkap diatas ada 5 makna:
a.       Jujur dalam perkataan
b.      Jujur dalam niat dan kemauan
c.       Jujur dalam bermuamalah(pergaulan)
d.      Jujur dalam berjanji
e.       Jujur dalam kenyataan
Namun terdapat satu tambahan menurut sa’id hawwa yaitu jujur dalam menempuh tangga- tangga agama.
      4.    Orang yang berperilaku jujur akan senantiasa mendapat kepercayaan dari orang lain. Orang lain akan merasa tenteram dan nyaman bersama orang yang berperilaku jujur.
      5.    Sedangkan orang yang berperilaku terbalik dari jujur akan senantiasa di jauhi oleh orang lain. Irang lain akan senantiasa merasa was-was bersamanya.
      6.    Orang mukmin harus senantiasa menjadikan jujjur sabagai pakaian dimanapun dan kapanpun ia berada.





















DAFTAR PUSTAKA
    
     1.    A’la, Abd. 2006. Induk-Induk Akhlaq Terpuji. Yogyakarta :PT. Lukis pelangi aksara
      2.    Ilyas, yunahar. 2001Kuliyah Akhlaq. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Dan Pengalaman Islam (LPII)
      3.     http://www.pak-sodikin.com/2011/11/bentuk-bentuk-dan-macam-kejujuran.html (di akses tanggal 9 maret 2012 pukul 05.50 WIB)
      4.    Muthahari, Murtaddha. 1995. Kritik Atas Konsep Moralitas Bangsa Falsafah Dan Akhlaq. Bandung: Pustaka Hidayah




1 comment:

  1. Cobalt vs Titanium Drill Bits - Tioga Art Studio
    We are taking a close look at the performance of the titanium 4000 cobalt, and this titanium bar stock is titanium hammers one of our rainbow titanium favourites on the titanium men\'s wedding band table.

    ReplyDelete